Monday, March 23, 2009

Sukses!!!

Kesuksesan, sekurang-kurangnya mencakupi lima hal. Pertama, jika aktiviti yang kita lakukan menjadi satu amal. Apalah ertinya kita melakukan itu dan ini jika tidak mempunyai nilai amal.

Kedua, bila nama kita semakin baik. Apalah ertinya memiliki wang, memiliki harta atau kedudukan jika nama kita ’busuk’.

Ketiga, jika kita terus bertambah ilmu, pengalaman dan wawasan. Apalah ertinya jika harta bertambah, tetapi ilmu dan pahal tidak bertambah? Bila ini yang berlaku, kita hanya kan ’terperangkap’ dengan harta yang kita miliki.

Keempat, kita disebut sukses jika kita mampu menjalin silaturahim dengan orang lain, sehingga bertambah saudara. Apalah ertinya memiliki harta dan kedudukan tetapi musuh kita bertambah banyak? Dengan terjalin silaturahim, insya-Allah akan semakin ramai orang yang mencintai kita. Bila orang sudah cinta, maka dia akan menurunkanilmunya untuk menambah ilmu kita, mencurahkan wawasan untuk mengembangkan wawasan kita, serta memberikan tenaga dan hartanya untuk melindungi kita.

Kelima, kita disebut sukses bila pekerjaan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda,” Sebaik-baik manusia adalah orang yang banyak manfaatnya.” Semakin banyak menjadi jalan kesuksesan bagi orang lain, maka semakin sukseslah diri kita.

Pada hakikatnya kesuksesan adalah milik setiap orang. Yang menjadi masalah, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan tersebut. Sekurang-kurangnya ada tujuh formula yang dapat kita lakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Kita sebut ia dengan 7B. Ketujuh-tujuh teknik ini harus ada semuanya, jika salah satu tidak ada maka belum boleh dikatakan sebuah kesuksesan.


SUKSES 7B

B PERTAMA: Beribadah dengan benar. Ibadah adalah bermula dari niat, bermula dari jalan yang akan kita buat. Siapapun yng ingi membangun kesuksesan, dia harus memperbaiki ibadahnya. Perbaiki dan terus perbaiki ibadah. Siapa yang akan membimbing kita jika ibadah kita buruk? Siapa yang akan melindungi dari ketergelincirannya jika ibadah kita tidak berfungsi? Bukankah Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang ibadahnya baik. Intinya, ibadah adalah pegangan yang akan membuat kita sentiasa berda dalam jalur yang tepat.

B KEDUA: Berakhlak baik. Akhlak yang baik adalah bukti dari ibadah yang benar. Apapun yng kita lakukan, kalau dilandasi akhlak yang buruk nescaya akan berakhir dengan kehancuran. Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu? Rumusannya sangat sederhana, iaitu menerima segala sesuatu dengan sikap ynag terbaik, menerima kesulitan, menerima kesenangan, pujian atau penghinaan, menerima sihat, sakit, sukses, gagal dengan sikap terbaik.

B KETIGA: Belajar tiada henti. Pertanyaan yang harus kita ajukan adalah, apakah kita menyukai proses belajar? Setiap hari masalah kita terus bertambah, keperluan bertambah dan situasi berubah. Bagaimana mungkin kita menyingkapi situasi yang terus berubah dengan ilmu yang tidak bertambah?

B KEEMPAT: Bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Curahan keringat tak selalu identik dengan kesuksesan. Berfikir cerdas adalah merupakan sebahagian dari kerja keras. Pada prinsipnya, sebuah hasil yang maksimun akn diraih apabila kita mapu merangkumkan ibadah, akhlak dan ilmu kita dalam pekerjaan yang berkualiti.

B KELIMA: Bersahaja dalam hidup. Ini adalah fakta ynag sangat penting. Ramai orang yng bekerja keras dan mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi dia tidak mampu meengendalikan dirinya. Bersahaja itu bukan sederhana, bersahaja itu bukan miskin, bersahaja adalah menggunakan sesuatu sesuai keperluan. Kenapa kita harus bersahaja? Dengan bersahaja kita akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tidak diperbudak keinginan.

B KEENAM: Bantu sesama. Selalu membantu orang lain adalah tanda kesuksesan. Jika kita memiliki rumah yang luas, maka harus ada upaya untuk menampung orang lain, misalnya menampung anak-anak yatim. Kita harus gigh agar kelebihan yang kita miliki dapat menjadi nilai tambah kepada sesama insan.

B KETUJUH: Bersihkan hati selalu. Bila hati kita berpenyakit, maka akan tumbuh rasa ujub, riya, sum’ah, takbur dan lainnya. Situasi ini akan membuat amal-amal kita tidak bererti; tidak indah lagi di dunia dan tidak berkat lagi untuk akhirat. Allah SWT berfirman,” Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.”(QS. As-Syu’ara:88-89)

No comments:

Post a Comment